Rony Parulian Rilis Album Kedua Dunia dan Seisinya, Berisi 10 Lagu

dok. Universal Music Indonesia

Rony Parulian membuka babak baru dalam perjalanan musiknya lewat album kedua bertajuk Dunia dan Seisinya.

Album tersebut dijadwalkan rilis pada 4 September 2026 di bawah naungan Universal Music Indonesia.

Berisi 10 lagu, Dunia dan Seisinya menjadi ruang bagi Rony untuk mengumpulkan berbagai cerita tentang cinta, imajinasi, harapan, kecemburuan, kerinduan, hingga ketidakpastian.

Album ini sekaligus memperlihatkan perkembangan Rony sebagai singer-songwriter. Ia bahkan ikut terlibat dalam penulisan seluruh materi di dalamnya.

Lantas, seperti apa cerita di balik Dunia dan Seisinya?

1. Dunia dan Seisinya berisi 10 lagu dengan cerita berbeda

dok. Universal Music Indonesia

Berbeda dari album yang dirancang sebagai satu cerita linear, setiap lagu dalam Dunia dan Seisinya berdiri dari momen dan perasaan yang berbeda.

Rony membawa berbagai pengalaman manusia ke dalam 10 lagunya. Ada cerita mengenai jatuh cinta, harapan, kecemburuan, kerinduan, kompromi, ketidakpastian, hingga usaha untuk tetap percaya kepada diri sendiri.

Meski masing-masing punya ceritanya sendiri, Rony merasa seluruh lagu tersebut tetap memiliki benang merah.

Baginya, Dunia dan Seisinya menggambarkan banyak hal yang mengisi kehidupan seseorang. Mulai dari orang yang dicintai, sesuatu yang pernah hilang, hal yang masih dikejar, hingga dunia yang mungkin cuma ada di dalam pikiran.

Dalam hearing session album pada 2 September 2026, Rony juga menjelaskan bahwa tema besarnya banyak berhubungan dengan kehidupan seseorang ketika jatuh cinta.

2. Dunia Imajiner menjadi salah satu lagu paling personal

Salah satu lagu yang menjadi pintu untuk memahami konsep album ini adalah “Dunia Imajiner”.

Rony menulisnya bersama Lafa Pratomo.

“Dunia Imajiner” menggambarkan sebuah ruang di dalam pikiran tempat seseorang bisa membayangkan sesuatu yang belum ditemukan dalam kehidupan nyata.

Ruang tersebut bisa menjadi tempat melarikan diri sejenak, tetapi juga tempat untuk membayangkan kehidupan yang lebih baik.

“Kadang kita memang punya dunia sendiri di kepala kita. Bisa jadi tempat untuk melarikan diri, bisa juga tempat untuk membayangkan sesuatu yang lebih baik. Aku rasa semua orang punya ruang seperti itu,” ujar Rony.

Lafa bertindak sebagai produser sekaligus arranger lagu tersebut, ditemani Refo Alpha Ramadhan sebagai co-producer dan Kamga sebagai vocal director.

Aransemennya dibuat memberikan ruang cukup besar bagi vokal Rony sehingga menjadi pusat dari dunia imajiner yang ingin dibangun melalui lagunya.

3. Rony Parulian ikut menulis seluruh lagu dalam album

dok. Universal Music Indonesia

Dunia dan Seisinya terasa semakin personal karena Rony gak hanya datang sebagai penyanyi.

Ia ikut terlibat dalam penulisan seluruh materi yang masuk ke album keduanya tersebut.

Dalam prosesnya, Rony bekerja bersama sejumlah musisi dan songwriter seperti Lafa Pratomo, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Krisna Trias, serta kolaborator lainnya.

Menariknya, perjalanan album ini ternyata bermula dari “Kencan Pertama”.

Rony mengatakan lagu tersebut menjadi demo pertama yang dibuatnya bersama Lafa. Sebelumnya, ia sudah mengumpulkan sejumlah ide dan judul lagu dalam buku pribadinya.

Dari “Kencan Pertama”, ide tersebut perlahan berkembang menjadi sebuah album penuh.

Proses produksinya pun terbilang cepat. Rony mengungkap seluruh materi Dunia dan Seisinya diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.

4. Eksplorasi pop-rock alternatif bareng sejumlah produser

Meski memiliki benang merah yang sama, Rony gak membuat 10 lagu dalam Dunia dan Seisinya terdengar seragam.

Ia bekerja dengan sejumlah produser yang membawa pendekatan berbeda terhadap setiap lagunya.

Selain Lafa Pratomo, ada Krisna Trias, Petra Sihombing, hingga Rendy Pandugo yang terlibat dalam proses penggarapan album. Meski warna setiap lagunya berbeda, keseluruhan materi tetap bergerak dalam koridor pop-rock alternatif.

Beberapa judulnya dibuat sederhana dan dekat dengan percakapan sehari-hari, seperti “Aku Cemburu”, “Kau Akan Sampai”, dan “Kencan Pertama”.

Sementara lagu seperti “Dunia Imajiner” serta “Selamanya, Kini & Nanti” dibuat dengan judul yang memberikan ruang interpretasi lebih luas.

Rony juga mulai mempersiapkan lagu-lagu tersebut untuk dibawakan bersama band secara live. Menurutnya, konsep band memang sudah menjadi salah satu fondasi album ini.

5. Dunia dan Seisinya menggambarkan perkembangan Rony sebagai musisi

dok. Universal Music Indonesia

Buat Rony, album keduanya bukan sekadar kumpulan lagu baru.

Ia melihat Dunia dan Seisinya sebagai perjalanan dirinya, baik sebagai manusia maupun musisi.

Ada banyak hal yang baru berani ia ceritakan melalui album ini. Rony juga mencoba beberapa hal yang sebelumnya belum pernah dilakukannya dalam proses bermusik.

Ia berharap pendengar nantinya gak cuma mendengarkan cerita miliknya.

“Aku berharap mereka bukan cuma mendengar lagu Rony Parulian, tapi juga bisa menemukan bagian dari dunia mereka sendiri di dalamnya,” ungkapnya.

Rony juga gak memasang target agar lagu-lagu di album ini harus viral di media sosial. Baginya, viral hanyalah bonus. Fokus utamanya adalah membuat karya dengan sepenuh hati dan berharap perasaan tersebut sampai kepada pendengar.

Dunia dan Seisinya menjadi album kedua Rony setelah Rahasia Pertama yang dirilis pada 2025.

Album berisi 10 lagu tersebut akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 4 September 2026.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url