Bakal Manggung di Jakarta, Nigel Tay Rilis Single Manhattan Beach


Penyanyi, penulis lagu, produser, sekaligus arranger R&B asal Malaysia, Nigel Tay, kembali dengan single terbarunya berjudul “Manhattan Beach”.

Musisi yang juga dikenal dengan nama NGL tersebut membawa pendengar menuju suasana musim panas di Los Angeles. Bukan sekadar mengambil nama sebuah tempat, “Manhattan Beach” lahir dari pengalaman pribadi Nigel ketika pertama kali mengunjungi kawasan pantai tersebut.

Lewat lagu ini, Nigel mencoba menangkap perasaan bebas saat musim panas, munculnya romansa baru, hingga berbagai momen sederhana yang terasa begitu menyenangkan sampai membuat seseorang berharap hari tersebut gak pernah berakhir.

Berikut cerita di balik single terbaru Nigel Tay, “Manhattan Beach”.

1. Manhattan Beach terinspirasi pengalaman pertama Nigel Tay di Los Angeles

dok. Nigel Tay

Inspirasi “Manhattan Beach” datang ketika Nigel tinggal di Los Angeles dan mengunjungi Manhattan Beach untuk pertama kalinya.

Berbagai detail kecil dari hari tersebut kemudian menjadi bagian dari suasana lagunya.

Mulai dari ombak, angin pantai, langit biru, perjalanan panjang, minuman dingin, hingga pengalaman terjebak dalam kemacetan Los Angeles ketika menuju Santa Monica atau Venice.

Nigel mengubah berbagai kenangan tersebut menjadi sebuah lagu R&B dengan nuansa pop yang ringan.

Hasilnya adalah lagu yang bukan cuma bercerita mengenai sebuah tempat, tetapi juga perasaan yang melekat pada kenangan ketika berada di sana.

2. Cerita romansa musim panas yang ringan dan nostalgik

Selain pengalaman mengunjungi Manhattan Beach, romansa menjadi bagian penting dalam single ini.

“Manhattan Beach” menggambarkan momen ketika suasana musim panas yang menyenangkan terasa semakin spesial setelah bertemu seseorang.

Nuansanya dibuat ringan dan sedikit genit, tetapi tetap membawa rasa nostalgia.

Ada perasaan ingin mempertahankan satu hari yang sempurna selama mungkin: berada di pantai, menikmati perjalanan, menghabiskan waktu bersama seseorang, dan sejenak melupakan kehidupan sehari-hari.

Sensibilitas R&B Nigel yang hangat dipadukan dengan pendekatan pop yang mudah dinikmati membuat “Manhattan Beach” terasa seperti soundtrack untuk sebuah romansa musim panas.

3. Nigel Tay pernah masuk Top 7 The Voice of China

dok. Nigel Tay

Perjalanan Nigel di industri musik sebenarnya sudah berlangsung cukup panjang.

Lulusan Berklee College of Music tersebut mulai mendapatkan perhatian lebih luas setelah menjadi salah satu finalis Top 7 The Voice of China pada 2018.

Dua tahun kemudian, Nigel menunjukkan kemampuannya bukan cuma sebagai penyanyi.

Ia tampil sebagai produser, arranger, instrumentalis, sekaligus pemimpin band dalam program musik Me to Us dari Mango TV pada 2020.

Nigel kemudian membentuk MiLK dan menjadi vokalis sekaligus pemimpin band tersebut sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan sebagai solois.

Di balik layar, ia juga semakin aktif sebagai produser dan penulis lagu di industri musik Greater China.

4. Pernah bekerja bareng Tia Ray hingga Nana Ouyang

Karier Nigel sebagai produser dan songwriter membawanya bekerja dengan sejumlah musisi.

Beberapa nama yang pernah berkolaborasi dengannya antara lain Tia Ray, Nana Ouyang, Mikah, Step.jad, hingga Caelan.

Karyanya juga terlibat dalam sejumlah program musik besar di China, seperti Singer, Infinity and Beyond, dan The Treasured Voice.

Pada 2025, Nigel merilis album terbarunya bertajuk CRÉMA.

Album tersebut kemudian dilanjutkan melalui tur headline Turn to Gold yang membawanya tampil di Shanghai, Guangzhou, dan Beijing.

“Manhattan Beach” sekarang menjadi rilisan terbarunya setelah era tersebut sekaligus menunjukkan sisi musik Nigel yang lebih personal lewat kenangannya selama berada di Amerika Serikat.

5. Nigel Tay bakal tampil di Jakarta pada 2026

dok. Nigel Tay

Setelah merilis “Manhattan Beach”, Nigel juga sudah menyiapkan sejumlah penampilan di Asia Tenggara sepanjang 2026.

Ia dijadwalkan menjadi opening act untuk Jesse Barrera dan Albert Posis dalam rangkaian pertunjukan mereka di Manila, Jakarta, dan Bangkok.

Setelahnya, Nigel bakal bergabung bersama Jesse Gold untuk pertunjukan di Singapura.

Rangkaian penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi Nigel untuk semakin memperkenalkan musiknya kepada pendengar Asia Tenggara.

Sementara itu, “Manhattan Beach” menjadi pembuka yang pas untuk perjalanan terbarunya. Sebuah lagu yang berawal dari hari sederhana di Los Angeles, lalu berubah menjadi kenangan mengenai musim panas dan seseorang yang membuatnya terasa gak ingin berakhir.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url