YOASOBI Bidik Grammy Perdana untuk Kategori Asian Pop: Kami akan Mengejarnya

 

Duo J-pop YOASOBI tak menutupi ambisi mereka untuk membawa pulang piala Grammy.
Setelah Recording Academy mengumumkan kategori baru Best Asian Pop Music Performance, Ayase dan Ikura mengaku siap bersaing di ajang penghargaan musik paling bergengsi tersebut.

Kategori baru ini akan mulai diberikan pada Grammy Awards ke-69 dan menjadi tonggak penting bagi musik berbahasa Asia di panggung internasional. Dengan BTS dipastikan tidak mengajukan karya mereka untuk kategori tersebut, persaingan perdana diprediksi akan semakin terbuka bagi artis dari berbagai negara Asia.

YOASOBI Langsung Tertarik dengan Kategori Grammy Baru

dok. Instagram/Yoasobi

Saat ditanya apakah mereka menargetkan kategori tersebut, Ayase menjawab tanpa ragu.

"Ya, kami akan mengejarnya. Kami akan melakukan yang terbaik agar bisa meraihnya."

Meski begitu, musisi berusia 32 tahun itu menegaskan bahwa Grammy bukanlah tujuan utama mereka dalam berkarya.

Menurut Ayase, fokus terbesar YOASOBI tetap membuat musik yang dapat didengar sebanyak mungkin orang di seluruh dunia.

"Kalau kami menjadi artis yang mampu memenangkan Grammy, itu berarti musik kami sudah dikenal oleh sangat banyak orang. Jadi kami akan terus berusaha ke arah itu."

Album Baru Jadi Penutup Seri The Book

Pernyataan tersebut datang tak lama setelah YOASOBI merilis album terbaru mereka, The Book 4, yang menjadi penutup seri The Book. Album ini kembali mengusung konsep khas YOASOBI, yakni seluruh lagunya diadaptasi dari karya fiksi seperti novel, cerpen, hingga manga.

Meski menjadi penutup seri, judul album justru diakhiri dengan tanda koma. Menurut Ikura, tanda tersebut melambangkan bahwa perjalanan mereka belum berakhir.

"Kami sedang mencari apa yang akan datang setelah koma itu. Belum bisa kami ungkap sekarang, tapi kami sedang menyiapkan sesuatu yang sangat seru," ujarnya.

Ayase Akhirnya Ikut Bernyanyi

Album ini juga menghadirkan momen yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk pertama kalinya sejak YOASOBI debut pada 2019, Ayase ikut mengisi vokal dalam lagu "Gekijyo".

Selama ini pembagian peran di YOASOBI selalu jelas: Ayase bertugas sebagai komposer dan produser, sementara Ikura menjadi vokalis utama.

Namun Ayase merasa lagu tersebut membutuhkan suara pria agar bisa menyampaikan cerita aslinya dengan lebih baik.

"Aku tidak bernyanyi karena ego. Aku hanya merasa lagu itu memang membutuhkan suara laki-laki, dan orang yang paling tepat adalah diriku sendiri," jelasnya.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan apakah akan kembali bernyanyi di proyek YOASOBI berikutnya.

Terus Mendunia Lewat Musik Berbahasa Jepang

dok. Instagram/Yoasobi

YOASOBI menjadi salah satu artis Jepang dengan pertumbuhan global paling pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Lagu debut mereka Yoru ni Kakeru (Racing Into The Night) telah melampaui 1,1 miliar streaming, menjadikannya lagu berbahasa Jepang pertama yang mencapai pencapaian tersebut.

Sementara itu, Idol sukses menduduki peringkat pertama Billboard Global Excl. US dan Apple Music Top 100 Global, sekaligus menjadi salah satu lagu anime paling populer dalam beberapa tahun terakhir.

Meski mayoritas karya mereka tetap menggunakan bahasa Jepang, Ayase dan Ikura percaya musik mampu melampaui batas bahasa. Menurut Ikura, banyak penggemar internasional bahkan rela membaca novel atau manga yang menjadi inspirasi lagu-lagu mereka agar bisa menikmati setiap maknanya dengan lebih dalam.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url