Batal Konser di China, Ayumi Hamasaki Nyanyi di Panggung Kosong Tanpa Penonton

Janji rekam konsernya untuk dirilis kepada fans.

Aksi Diva Jepang, Ayumi Hamasaki, patut diacungi jempol. Setelah konsernya di Shanghai Oriental Sports Center, yang dijadwalkan pada 29 November, dibatalkan mendadak oleh penyelenggara dengan alasan force majeure, Hamasaki memilih untuk tetap melanjutkan pertunjukan, meski tanpa penonton.


Keputusan Hamasaki untuk tetap tampil di hadapan kursi kosong ini menjadi sebuah gestur tulus yang menyentuh hati para penggemar yang terlanjur tiba di Shanghai.


Konser Hamasaki seharusnya menjadi salah satu acara musik terbesar di Shanghai, dengan panggung besar yang membutuhkan waktu lima hari dan lebih dari seratus kru untuk memasangnya. Sayangnya, pengumuman pembatalan mendadak datang pada malam sebelum pertunjukan, ketika persiapan panggung hampir rampung.


Pengumuman ini membuat banyak penggemar yang sudah tiba di Shanghai menyatakan kekecewaan mendalam. Setelah pengumuman pembatalan, panggung dan peralatan pun mulai dibongkar.


Meskipun tanpa lampu spektakuler, sound system besar, dan sorak sorai penonton, Hamasaki memutuskan untuk menampilkan full set konsernya di arena yang kosong. Aksi ini dilakukan bukan untuk publik maupun media, melainkan karena, dalam kata-katanya, konser tersebut "harus diselesaikan" untuk dirinya sendiri dan untuk para penggemarnya.


Penggemar yang mengamati tindakan ini di media sosial menggambarkan gerakan tersebut sebagai "ekspresi paling murni dari cinta seorang penyanyi untuk panggung."


Untuk menghibur penggemar yang sudah jauh-jauh datang, Hamasaki berjanji akan merilis rekaman lengkap pertunjukan tertutup tersebut. Seluruh pertunjukan tanpa penonton itu direkam agar dapat dilihat oleh mereka yang kecewa karena tidak bisa menyaksikannya secara langsung.


Setelah selesai syuting, Hamasaki mengunggah pesan di Instagram untuk berterima kasih kepada tim Jepang dan Tiongkok karena telah "berdiri bahu-membahu hingga akhir," menekankan bahwa tidak ada seorang pun yang harus disalahkan atau disesali karena semua orang telah melakukan yang terbaik.


Ia menutup dengan pesan reflektif, menegaskan keyakinannya bahwa "hiburan adalah jembatan yang menghubungkan manusia," dan ia berniat untuk selalu berdiri di sisi yang membangun jembatan itu—bahkan di hadapan arena kosong, ia akan tampil selama ada seseorang yang menunggu dari kejauhan.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url