A Silent Voice Tayang Lagi di Bioskop untuk Rayakan 10 Tahun, Pertama Kali Hadir dalam Dolby Cinema

Sudah satu dekade sejak kisah Shoya Ishida dan Shoko Nishimiya pertama kali hadir di layar lebar.

Untuk merayakan momen tersebut, film anime A Silent Voice atau Koe no Katachi dipastikan bakal kembali ditayangkan di bioskop.

Film produksi Kyoto Animation tersebut akan mendapatkan penayangan ulang mulai 30 Oktober 2026 di Jepang. Menariknya, perayaan ulang tahun ke-10 kali ini gak cuma membawa filmnya kembali ke bioskop.

A Silent Voice juga untuk pertama kalinya bakal mendapatkan versi Dolby Cinema, lengkap dengan peningkatan visual dan audio yang dirancang agar pengalaman menontonnya semakin maksimal.

Mangaka Yoshitoki Oima bahkan menyiapkan ilustrasi baru khusus untuk merayakan satu dekade adaptasi anime tersebut.

1. A Silent Voice kembali ke bioskop mulai 30 Oktober 2026

dok. Kyoto Animation

Penayangan ulang A Silent Voice bakal dimulai pada 30 Oktober 2026 di Jepang, tepat satu dekade setelah filmnya pertama kali dirilis pada 2016.

Sebagai bagian dari perayaan tersebut, akan digelar pula acara panggung khusus di Marunouchi Piccadilly, Tokyo, pada hari pertama penayangan ulang.

Dua pemeran utamanya dijadwalkan hadir, yakni Miyu Irino, pengisi suara Shoya Ishida, dan Saori Hayami, pengisi suara Shoko Nishimiya.

Yoshitoki Oima selaku kreator manga originalnya juga membuat ilustrasi khusus ulang tahun ke-10.

Ilustrasi tersebut memperlihatkan Shoya dan Shoko sedang mengunjungi bioskop. Komposisinya bahkan dibuat seperti foto yang mungkin diambil oleh adik Shoko, Yuzuru Nishimiya.

Jadinya terasa seperti Shoya dan Shoko sendiri ikut datang ke bioskop untuk merayakan 10 tahun film mereka.

2. Untuk pertama kalinya A Silent Voice hadir dalam Dolby Cinema

dok. Kyoto Animation

Hal paling menarik dari penayangan ulang ini adalah hadirnya A Silent Voice dalam Dolby Cinema untuk pertama kalinya.

Versi tersebut gak sekadar memutar film lama menggunakan layar yang lebih modern.

Tim produksi kembali mengerjakan aspek visual dan suaranya agar bisa memanfaatkan format Dolby Cinema.

Sound director Yota Tsuruoka mengatakan dirinya sejak lama menganggap A Silent Voice sebagai karya animasi yang layak diarsipkan. Kesempatan ulang tahun ke-10 akhirnya digunakan untuk menghadirkan film tersebut dalam format terbaru yang diharapkan dapat menjadi bentuk definitifnya.

Director of Photography Kazuya Takao juga mengungkap ada perbedaan cukup besar pada bagaimana cahaya dan bayangan terlihat dalam versi baru.

Menurutnya, peningkatan tersebut membuat pencahayaan lebih dekat dengan apa yang sebenarnya ingin mereka ekspresikan ketika membuat filmnya sepuluh tahun lalu.

Salah satu yang paling ia soroti adalah pantulan cahaya di sungai.

Detail tersebut penting karena penggunaan cahaya, warna, air, dan bahasa visual merupakan bagian besar dari cara A Silent Voice menyampaikan emosi tanpa harus selalu menggunakan dialog.

Dengan Dolby Cinema, penonton lama pun punya alasan baru untuk kembali menyaksikan Shoya dan Shoko di layar lebar.

3. Saori Hayami masih ingat proses menjadi Shoko setelah 10 tahun

dok. Kyoto Animation

Pengisi suara Shoko, Saori Hayami, turut mengenang pengalamannya mengerjakan film tersebut.

Meski sudah berlalu satu dekade, Hayami mengatakan dirinya masih mengingat dengan jelas proses rekaman, acara panggung, hingga berbagai respons yang diterima filmnya saat pertama kali dirilis.

Baginya, kesempatan mendampingi kehidupan Shoko melalui perannya merupakan pengalaman yang gak tergantikan.

Selama sepuluh tahun berikutnya, Hayami juga terus mendengar cerita dari orang-orang yang tersentuh oleh A Silent Voice. Hal tersebut membuatnya sadar bahwa kisah Shoko dan Shoya masih meninggalkan sesuatu dalam hati banyak penonton.

Miyu Irino mempunyai perasaan serupa.

Pengisi suara Shoya tersebut menyebut A Silent Voice sebagai karya yang tetap dicintai di berbagai negara meskipun sudah berusia satu dekade.

Menariknya, film ini juga menjadi awal dari berbagai hubungan profesional yang terus mengikuti Irino setelahnya. A Silent Voice merupakan proyek Kyoto Animation pertamanya, sebelum ia kembali terlibat dalam karya-karya studio tersebut.

Irino berharap penayangan ulang ini gak hanya menjadi nostalgia bagi penggemar lama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi penonton baru untuk pertama kalinya bertemu Shoya dan Shoko di bioskop.

A Silent Voice pertama kali dirilis pada 2016 dan diadaptasi dari manga karya Yoshitoki Oima.

Ceritanya mengikuti Shoya Ishida yang semasa SD pernah merundung Shoko Nishimiya, seorang siswi tunarungu di kelasnya. Bertahun-tahun kemudian, Shoya yang hidup dalam kesepian dan rasa bersalah kembali mencari Shoko untuk mencoba memperbaiki kesalahan masa lalunya.

Filmnya diproduksi Kyoto Animation dengan Naoko Yamada sebagai sutradara, Reiko Yoshida sebagai penulis skenario, dan Kensuke Ushio sebagai komposer musik.

Satu dekade setelah pertama kali membuat penonton mengikuti perjalanan Shoya untuk berani kembali melihat wajah orang-orang di sekitarnya, A Silent Voice kini punya kesempatan untuk melakukan hal yang sama kepada penonton baru—kali ini melalui layar Dolby Cinema.

Untuk sementara, penayangan ulang mulai 30 Oktober 2026 baru diumumkan untuk bioskop Jepang. Belum ada informasi dalam pengumuman ini mengenai kemungkinan re-release ulang tahun ke-10 di Indonesia.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url