Ivoris Buka Isi Hatinya Lewat Album Debut Pour My Heart Out

Penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser Ivoris akhirnya memperkenalkan album penuh pertamanya. Bertajuk Pour My Heart Out, album debut ini menjadi proyek yang merangkum perjalanan musikal sekaligus sisi personal Ivoris sejauh ini.

Berisi 10 lagu, Pour My Heart Out membawa pendengar masuk ke dunia dreamy yang dibangun Ivoris lewat perpaduan romansa, nostalgia, dan berbagai emosi yang terkadang sulit diungkapkan.

Menariknya, Ivoris menggunakan lautan sebagai inspirasi utama album. Baginya, laut dan hati manusia mempunyai banyak kesamaan: luas, terus berubah, dan mampu menyimpan begitu banyak hal di dalamnya.

1. Pour My Heart Out terinspirasi dari lautan dan hati manusia

dok. Ivoris

Judul Pour My Heart Out benar-benar menggambarkan apa yang ingin dilakukan Ivoris dalam album debutnya.

Ia membuka diri dan menuangkan berbagai perasaan ke dalam musik, mulai dari cinta, harapan, kerinduan, hingga emosi yang terus datang dan pergi.

“Album Pour My Heart Out rasanya seperti diriku sepenuhnya dan album ini membahas tentang memiliki hati yang benar-benar mampu menyerap semuanya—hati yang senantiasa meluap dengan berbagai emosi,” ungkap Ivoris.

Konsep tersebut kemudian divisualisasikan melalui lautan.

Layaknya hati manusia, laut bisa terasa tenang pada satu waktu sebelum berubah menjadi begitu kuat di waktu lainnya. Keduanya juga seolah mempunyai ruang yang gak ada habisnya untuk menyimpan sesuatu.

Konsep laut tersebut gak berhenti pada tema lirik. Ivoris turut membawanya ke dalam sound album melalui suara ombak, permainan strings, dan melodi dreamy yang tersebar sepanjang Pour My Heart Out.

Semuanya dibungkus dengan nuansa musik yang mengingatkan pada era 2000-an.

2. Lipgloss jadi focus track bareng Clara Benin

Salah satu lagu yang mendapatkan sorotan utama adalah “Lipgloss”, kolaborasi Ivoris bersama musisi asal Manila, Clara Benin.

“Lipgloss” mengangkat gagasan tentang cosmic love, sebuah hubungan yang terasa seperti sudah ditakdirkan oleh semesta.

Namun, cinta dalam lagu ini gak sepenuhnya berjalan mulus.

Ivoris turut menggambarkan tarik-ulur sebuah hubungan serta keinginan untuk tetap mempertahankan seseorang yang dicintai.

Salah satu bagian pentingnya muncul lewat lirik “my lipgloss makes you shine.”

Lip gloss digunakan sebagai metafora mengenai pengaruh cinta terhadap seseorang. Ketika bersama orang yang tepat, cinta bisa membuat seseorang merasa lebih bahagia dan seolah ikut “bersinar”.

Kolaborasi dengan Clara Benin pun semakin memperkuat nuansa lembut dan intim yang ingin dibangun dalam lagu tersebut.

3. Beberapa lagu sudah diperkenalkan sebelum albumnya dirilis

dok. Ivoris

Pendengar yang sebelumnya mengikuti perjalanan musik Ivoris mungkin sudah familier dengan beberapa bagian dari album ini.

Empat dari sepuluh lagunya sudah lebih dulu diperkenalkan sebagai single, yakni “Half Moon Bay”, “Ten Thousand Teardrops”, “Telepathic Twin Flame”, dan “Seashell”.

Keempat lagu tersebut kini mendapatkan konteks yang lebih luas setelah ditempatkan bersama materi baru dalam Pour My Heart Out.

Ivoris juga menggunakan intro dan interlude untuk membantu membangun perjalanan albumnya.

Album dibuka melalui “The ocean will give it back (intro)”, sebelum bergerak menuju berbagai cerita mengenai cinta dan perasaan. Di tengah album terdapat “In my eyes (interlude)” yang menjadi semacam jeda sebelum perjalanan tersebut berlanjut.

Dengan pendekatan tersebut, Pour My Heart Out gak sekadar menjadi kumpulan single, tetapi dirancang sebagai satu pengalaman mendengarkan yang mempunyai dunianya sendiri.

4. Ini tracklist lengkap album debut Ivoris

Pour My Heart Out terdiri dari sepuluh track dengan “Lipgloss” menjadi satu-satunya lagu yang mencantumkan kolaborator.

Berikut tracklist lengkapnya:

  1. The ocean will give it back (intro)
  2. Make U Blush
  3. Lipgloss (feat. Clara Benin)
  4. Monet
  5. In my eyes (interlude)
  6. Rose Cottage
  7. Half Moon Bay
  8. Telepathic Twin Flame
  9. Seashell
  10. Ten Thousand Teardrops

Mulai dari judul seperti “Half Moon Bay” dan “Seashell” hingga intro “The ocean will give it back”, elemen laut memang sengaja dibuat terus mengalir di sepanjang album.

Pada akhirnya, Pour My Heart Out menjadi perkenalan paling utuh terhadap siapa Ivoris sebagai musisi.

Bukan hanya melalui vokalnya yang lembut dan nuansa dreamy yang menjadi karakter musiknya, tetapi juga lewat cara Ivoris memandang cinta dan seluruh emosi yang datang bersamanya.

Jika hati manusia adalah lautan, album debut ini menjadi kesempatan Ivoris untuk membiarkan seluruh isinya meluap keluar dan didengarkan orang lain.

Pour My Heart Out kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url