MAMA Awards 2025 Dipastikan Digelar Sesuai Jadwal

Di Tengah Tragedi Kebakaran Hong Kong yang Tewaskan 44 Orang.

Acara penghargaan musik KPop terbesar, MAMA Awards 2025, akan segera digelar. Namun, persiapan acara tahunan ini diwarnai situasi yang sangat menyedihkan di lokasi penyelenggaraan, Hong Kong. Keputusan untuk tetap melanjutkan MAMA AWARDS 2025 di Hong Kong diambil di tengah tragedi kebakaran hebat yang melanda wilayah tersebut dan menelan banyak korban jiwa.


Menurut laporan media lokal pada 27 November, sempat muncul desas-desus bahwa MAMA Awards 2025 mungkin akan dibatalkan menyusul bencana besar di Hong Kong. Namun, panitia akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan acara sesuai rencana awal.


Terkait keputusan ini, sisa artis yang bertugas sebagai pembaca nominasi dan penampil dijadwalkan akan bertolak ke Hong Kong pada sore hari ini (27/11) sekitar pukul 3 sore waktu Korea.


Sejumlah artis KPop lain sebenarnya sudah berangkat lebih dulu pada pagi hari 27 November. Mereka termasuk grup-grup besar seperti Stray Kids, IVE, RIIZE, ZEROBASEONE, Cortis, All Day Project, hingga BOYNEXTDOOR. Keberangkatan mereka menunjukkan bahwa persiapan menjelang ajang penghargaan tetap berjalan.


Tragedi Kebakaran di Hong Kong

Tragedi kebakaran yang menjadi latar belakang keputusan sulit ini terjadi pada 26 November sore hari (sekitar pukul 2 siang waktu setempat), di sebuah kompleks apartemen bertingkat tinggi di wilayah Tai Po, Hong Kong Utara.


Bencana ini tercatat sangat mematikan. Laporan resmi menyebutkan bahwa kebakaran tersebut telah menewaskan setidaknya 44 orang. Selain itu, 45 orang dilaporkan dalam kondisi kritis, dan 279 orang masih dinyatakan hilang.


Api yang awalnya menjalar di tiga blok apartemen berhasil dikendalikan, namun upaya pemadaman masih dilakukan di empat blok apartemen lainnya. Pihak berwenang Hong Kong telah menaikkan tingkat peringatan kebakaran ke level tertinggi, yaitu Level 5.


Bencana ini berpotensi dicatat sebagai yang terburuk yang pernah terjadi di Hong Kong sejak wilayah tersebut dikembalikan dari Inggris ke Tiongkok pada tahun 1997.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url