Momen Paling Mengharukan di Wicked: For Good Ternyata Gak Ada di Skrip

Sutradara Jon M. Chu membiarkan dua bintang utamanya berimprovisasi.

Salah satu momen paling emosional dan mengharukan dalam film yang sangat dinantikan, Wicked: For Good, ternyata bukan sepenuhnya berasal dari naskah. Aktris Cynthia Erivo (pemeran Elphaba) mengungkapkan bahwa adegan perpisahan yang melibatkan lagu ikonik "For Good" banyak lahir dari improvisasi dirinya bersama Ariana Grande (pemeran Glinda).

Wicked: For Good, sekuel dari Wicked (2024), menceritakan kelanjutan kisah Elphaba yang kini menjadi "Wicked Witch" sementara Glinda menjadi "Good Witch". Kedua sahabat ini banyak menghabiskan waktu terpisah hingga akhirnya bersatu kembali di akhir cerita.

Sutradara memberikan kebebasan

Sutradara Jon M. Chu mengakui bahwa adegan yang menampilkan lagu "For Good" adalah momen yang paling membuatnya gugup.

"Itu adalah lagu yang sangat ikonik. Kami telah melihat begitu banyak cover," kata Chu kepada TODAY.com. "Tetapi pada akhirnya, kedua wanita ini [Erivo dan Grande] mendapatkan hak untuk mengemudi sendiri selama adegan itu."

Erivo menjelaskan bahwa mereka memanfaatkan kebebasan yang diberikan Chu. Selama latihan, setelah lagu selesai, mereka berdua terus berakting, dan Chu membiarkan kamera tetap merekam.

Dialog di luar naskah

Momen tersebut kemudian bertransisi menjadi perpisahan yang terburu-buru dan memilukan, saat pemburu penyihir yang dipimpin oleh Tin Man mulai mengepung persembunyian Elphaba.

Erivo mengungkapkan bahwa beberapa dialog paling menyentuh tidak ada dalam skrip:

  • Ketika Elphaba harus pergi, Glinda bertanya, "Apa yang terjadi?" — Ini bukan bagian dari naskah.
  • Elphaba membalas, "Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja" — Ini juga improvisasi.
  • Momen paling emosional adalah tepat sebelum pintu persembunyian tertutup, saat mereka saling mengatakan, "Aku mencintaimu." Momen ini sepenuhnya muncul dari improvisasi Erivo dan Grande.
"Semua itu semacam apa yang saya dan dia [Grande] temukan di ruangan," kata Erivo. "Chu membiarkan kami menyanyikan kebenaran satu sama lain... Kami menemukan cara kami masing-masing dapat mengucapkan selamat tinggal."

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url