Awalnya Jadi Bahan Lelucon, Niu Lai Malah Berubah Jadi Fenomena Box Office di China

 

Merah Putih One for All versi China?

Ada film yang viral karena kualitasnya luar biasa. Ada juga film yang viral justru karena penonton tidak percaya bagaimana film tersebut bisa sampai masuk bioskop.

Niu Lai masuk kategori kedua.

Film animasi China ini awalnya nyaris tidak punya penonton. Namun, setelah visual dan ceritanya ramai dijadikan bahan lelucon di media sosial, rasa penasaran publik justru membuat orang berbondong-bondong membeli tiket. Dari film yang cuma menghasilkan ribuan yuan, Niu Lai kemudian melesat hingga meraup lebih dari 14,9 juta yuan atau sekitar Rp33 miliar.

Yang bikin kisahnya makin unik, film ini bukan produksi studio raksasa dengan ratusan animator. Di baliknya cuma ada dua orang.

Film Apa Sebenarnya Niu Lai?

Niu Lai, yang judulnya kurang lebih bisa diterjemahkan sebagai The Cow Is Coming atau The Ox Comes, merupakan film animasi berdurasi 86 menit yang tayang di bioskop China pada 5 Agustus 2026.

Ceritanya berpusat pada seekor anak sapi bernama Niu Lai yang bertemu dengan seekor burung skylark setelah burung tersebut terbang melintasi gurun. Pertemuan itu kemudian membawa Niu Lai ke dalam sebuah perjalanan seperti mimpi.

Dalam perjalanan tersebut, Niu Lai tumbuh dari seekor anak sapi menjadi sosok yang lebih berani dan harus menghadapi berbagai persoalan tentang keluarga, persahabatan, pengorbanan, kehidupan, hingga kematian.

Konsepnya sebenarnya cukup serius. Masalahnya, eksekusi visual film ini justru membuat banyak penonton mengernyitkan dahi.

Visualnya Malah Jadi Senjata Makan Tuan

dok. Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media

Begitu beberapa penonton mengunggah potongan Niu Lai ke media sosial, perhatian publik langsung tertuju pada animasinya.

Karakter 3D-nya terlihat sangat sederhana, gerakannya kaku, dan kualitas visualnya jelas tidak bisa dibandingkan dengan film animasi China beranggaran besar seperti Ne Zha 2. Bahkan, sebagian warganet sampai menyebut visual Niu Lai terlihat lebih buruk daripada hasil AI.

Tapi di sinilah internet bekerja dengan cara yang kadang sulit diprediksi.

Alih-alih membuat film tersebut menghilang, cibiran justru membuat Niu Lai semakin terkenal. Screenshot, potongan adegan, hingga meme tentang film tersebut mulai beredar luas.

Ada yang membandingkannya dengan film-film terkenal, sementara yang lain datang ke bioskop hanya karena ingin melihat sendiri seberapa "parah" film yang sedang dibicarakan tersebut.

Dengan kata lain, Niu Lai mendapatkan sesuatu yang tidak berhasil didapatkan banyak film dengan kampanye marketing jutaan dolar: rasa penasaran.

Awalnya Bahkan Nyaris Tidak Ada yang Menonton

Ironisnya, sebelum viral, Niu Lai benar-benar tidak punya tanda-tanda akan menjadi hit.

Film tersebut dirilis tanpa kampanye promosi besar, tanpa trailer yang ramai diperbincangkan, dan nyaris tidak mendapatkan perhatian publik. Dalam sekitar sembilan hingga sepuluh hari pertama, pendapatannya hanya berada di kisaran 7.700 yuan, dengan jumlah penonton kurang dari 300 orang.

Bahkan distributor film tersebut disebut sempat mendapatkan saran untuk tidak merilis Niu Lai karena kualitas produksinya.

Tapi keputusan untuk tetap membawanya ke bioskop akhirnya justru menjadi awal dari salah satu cerita box office paling aneh tahun ini.

Cuma Dibuat Dua Orang Selama Lima Tahun

dok. Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media

Bagian paling menarik dari Niu Lai mungkin justru bukan soal betapa buruk atau bagusnya animasi tersebut.

Film ini dibuat oleh Xin Yumeng dan Sun Lifang, yang disebut merupakan pasangan ibu dan anak. Keduanya menangani hampir seluruh proses kreatif, termasuk penyutradaraan, penulisan, pengisi suara, dan produksi. Pengerjaannya berlangsung selama sekitar lima tahun.

Xin Yumeng sendiri memiliki latar belakang di bidang desain interior. Laporan mengenai produksinya menyebut film tersebut dibuat menggunakan perangkat lunak yang berkaitan dengan pekerjaan desain, bukan pipeline animasi besar seperti yang biasa digunakan studio profesional.

Jadi, ketika penonton membandingkan Niu Lai dengan film animasi blockbuster, konteks produksinya memang sangat berbeda.

Di satu sisi ada film yang dikerjakan studio besar dengan sumber daya luar biasa. Di sisi lain ada proyek personal yang dikerjakan dua orang selama bertahun-tahun.

Dari Film yang Ditertawakan Jadi Simbol Anti-AI

dok. Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media

Ada satu lapisan menarik lain dalam fenomena Niu Lai.

Di tengah semakin maraknya AI-generated content, sebagian penonton justru mulai melihat film ini sebagai contoh ekstrem dari karya manusia yang dibuat dengan keterbatasan.

Visualnya memang jauh dari sempurna. Bahkan bisa dibilang menjadi alasan utama film ini viral. Namun, ada penonton yang menganggap keterbatasan tersebut justru membuat Niu Lai terasa lebih manusiawi dibandingkan konten AI yang dianggap terlalu seragam dan kehilangan sentuhan personal.

Jadi, respons terhadap film ini akhirnya terbagi dua.

Ada yang menganggap Niu Lai sebagai bukti bahwa kualitas produksi tetap penting. Ada pula yang melihatnya sebagai proyek nekat dari dua orang yang berhasil mewujudkan film panjang meskipun dengan sumber daya sangat terbatas.

Box Office-nya Kemudian Meledak

Setelah menjadi bahan pembicaraan di media sosial, angka Niu Lai berubah drastis.

Dari hanya sekitar 7.700 yuan pada fase awal, pendapatannya kemudian melonjak hingga lebih dari 14,9 juta yuan berdasarkan data Maoyan yang dikutip media internasional. Film ini bahkan mulai bersanding dengan film-film besar dalam daftar box office harian China.

Laporan lain mencatat pendapatannya sudah menembus lebih dari 9 juta yuan pada pertengahan Agustus, sementara jumlah proyeksi di bioskop ikut bertambah seiring meningkatnya permintaan.

Ini membuat Niu Lai menjadi semacam versi film dari fenomena "so bad it's good".

Penonton awalnya datang untuk menertawakan. Penonton berikutnya datang karena penasaran. Dan semakin banyak orang datang, semakin besar pula pembicaraan di internet.

Siklusnya terus berputar.

Tapi Apakah Niu Lai Benar-Benar Film Bagus?

Nah, di bagian ini fenomenanya menjadi lebih menarik.

Viral bukan berarti film tersebut tiba-tiba berubah menjadi masterpiece. Sejumlah kritik terhadap kualitas animasi, cerita, dan produksinya tetap ada. Bahkan beberapa pengamat industri China mempertanyakan apakah popularitas Niu Lai benar-benar mencerminkan kualitas film atau hanya efek gelembung media sosial.

Dan mungkin memang itu yang membuat kasus Niu Lai begitu menarik.

Film ini tidak memenangkan penonton karena menjadi animasi paling indah tahun ini. Ia memenangkan perhatian karena orang-orang membicarakannya.

Di era ketika studio menghabiskan banyak uang untuk membuat trailer, poster, kampanye media sosial, hingga strategi viral, Niu Lai justru mendapatkan semuanya secara organik, meskipun awalnya bukan karena alasan yang diinginkan pembuatnya.

Pada akhirnya, Niu Lai menjadi pengingat bahwa di internet, sesuatu tidak harus sempurna untuk menjadi populer. Kadang-kadang, cukup membuat orang berkata, "Ini sebenarnya film apaan?"

Dan kalau pertanyaan itu terus muncul, orang mungkin akhirnya membeli tiket untuk mencari jawabannya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url