Miu Shitao AKB48 Ungkap Masa Sulit Usai Gagal Debut di PRODUCE 48, Sampai Tak Bisa Nonton TV

 

Miu Shitao AKB48 kembali mengenang salah satu titik paling berat dalam perjalanan kariernya.

Delapan tahun setelah mengikuti PRODUCE 48, ia mengaku kegagalannya debut dari survival show tersebut sempat meninggalkan rasa kecewa yang begitu besar.

Dalam wawancara terbaru bersama Modelpress, Miu bahkan mengatakan pernah melewati masa ketika dirinya sampai tidak sanggup menonton televisi.

Namun, pengalaman pahit itu pula yang akhirnya mengubah cara pandangnya. Miu kini merasa PRODUCE 48 mengajarkannya bahwa sebuah tantangan tetap punya arti, bahkan ketika hasil akhirnya tidak sesuai harapan.

Miu Shitao sempat terpukul setelah gagal debut di PRODUCE 48

dok. Instagram/Miu Shitao

Miu menjadi salah satu member AKB48 yang dikirim untuk mengikuti PRODUCE 48 pada 2018. Perjalanannya terbilang jauh karena ia berhasil bertahan sampai babak final.

Sayangnya, Miu gagal masuk dalam 12 besar yang kemudian debut sebagai IZ*ONE. Ia mengakhiri kompetisi di peringkat ke-22.

Bertahun-tahun setelah momen tersebut, Miu mengungkap bahwa kekalahan itu ternyata jauh lebih berat baginya daripada yang terlihat dari luar.

Salah satu alasannya adalah keputusan mengikuti PRODUCE 48 sempat mendapatkan tentangan keras dari keluarganya.

“Karena aku mengikuti audisi itu setelah melewati penolakan keras dari keluargaku, rasa kecewanya sangat besar. Ada masa ketika aku bahkan tidak bisa menonton televisi,” kenangnya.

Kembali ke aktivitas AKB48 pun tidak langsung menghilangkan perasaan tersebut. Ketika penggemar menyambutnya dengan ucapan “selamat datang kembali” dalam acara handshake, Miu mengaku masih bergulat dengan perasaannya sendiri.

Dukungan fans perlahan membuatnya bangkit

dok. Instagram/Miu Shitao

Di tengah masa tersebut, Miu justru menemukan alasan untuk kembali melangkah dari orang-orang yang terus mendukungnya.

Bukan hanya fans AKB48 yang sudah mengikutinya sebelum PRODUCE 48, ia juga bertemu banyak penggemar baru yang mengenalnya lewat program tersebut.

“Keberadaan fans yang tetap mendukungku dan orang-orang yang mulai mendukungku setelah menonton program itu menyelamatkanku. Berkat mereka, aku bisa melewatinya,” ungkapnya.

Kini Miu bisa melihat PRODUCE 48 dari perspektif yang berbeda.

Baginya, kegagalan debut saat itu memang menyakitkan. Namun, fakta bahwa dirinya berani mengambil tantangan dan berhasil mencapai final justru membuka jalan menuju kesempatan lain.

Ada pekerjaan yang datang kepadanya karena orang-orang melihat penampilannya di PRODUCE 48. Dari situlah Miu menyadari bahwa mencoba sesuatu tetap mempunyai arti, terlepas dari berhasil atau tidaknya hasil akhir.

“Karena pengalaman pahit ketika berhasil mencapai final PRODUCE 48 tetapi akhirnya tidak debut, sekarang aku bisa menantang berbagai hal,” jelasnya.

Karier Miu Shitao justru melejit setelah PRODUCE 48

dok. Instagram/Miu Shitao

Menariknya, PRODUCE 48 memang menjadi salah satu titik balik terbesar dalam karier Miu di AKB48.

Tak lama setelah program tersebut selesai, Miu untuk pertama kalinya terpilih sebagai member senbatsu dalam single ke-54 AKB48, “NO WAY MAN”, pada 2018.

Sejak saat itu, posisinya di grup semakin kuat. Single ke-68 AKB48, “Suki ish”, yang dirilis pada 19 Agustus 2026, bahkan menjadi kali ke-10 Miu masuk dalam jajaran senbatsu.

Perempuan asal Yamaguchi tersebut juga mulai melebarkan kariernya di luar dunia idol. Ia mendapatkan peran utama pertamanya lewat film Bidan Pecopin to Akuma pada 2023 dan merilis photobook pertama, Boku Dake no Mono, pada 2024.

Langkah baru kembali diambilnya pada Juli 2026 setelah resmi bergabung dengan Ohta Production.

Ingin semakin serius menjadi aktris

dok. Instagram/Miu Shitao

Bergabungnya Miu dengan Ohta Production bukan tanpa alasan. Salah satu mimpi besarnya adalah membangun karier sebagai aktris.

Keputusannya juga tidak lepas dari pengaruh mantan General Manager AKB48, Yui Yokoyama, yang sudah dekat dengannya secara pribadi.

“Aku ingin menjadi aktris. Aku ingin bergabung karena pengaruh Yui Yokoyama, senior yang dekat denganku dan sering pergi bermain serta mendengarkan curhatku,” jelas Miu.

Namun, akting bukan satu-satunya hal yang ingin dicobanya.

Miu belakangan menjadi penggemar berat radio dan mengaku sebagai pengguna aktif radiko. Karena berasal dari Yamaguchi, ia juga ingin mendapatkan pekerjaan yang memungkinkan dirinya mempromosikan kampung halamannya.

Untuk dunia akting sendiri, ada satu peran yang cukup spesifik dalam daftar keinginannya: guru dalam drama sekolah.

Alasannya cukup unik. Sebelum menjadi member AKB48, Miu ternyata pernah bercita-cita menjadi guru sekolah dasar.

Gabung AKB48 gara-gara Yuko Oshima, kini ingin main drama bareng

dok. Instagram/Miu Shitao

Ada pula satu mimpi lain yang punya arti spesial bagi Miu: beradu akting dengan Yuko Oshima.

Yuko ternyata punya peran tidak langsung dalam keputusan Miu menjadi idol.

Ketika para member aktif AKB48 sempat berbincang dengan Yuko melalui Instagram Live saat Kohaku Uta Gassen, Miu akhirnya punya kesempatan menyampaikan hal tersebut langsung kepada sang senior.

“Aku mengatakan kepadanya, ‘Aku ingin masuk AKB48 setelah menonton drama yang dibintangi Yuko Oshima,’ lalu dia berkata, ‘Kalau begitu suatu hari nanti kita harus main bersama.’ Aku sangat senang mendengarnya dan ingin mewujudkannya suatu hari nanti,” cerita Miu.

Miu juga berharap bisa bekerja bersama Yui Yokoyama, sosok yang menjadi salah satu alasannya memilih Ohta Production.

Dengan lingkungan baru tersebut, Miu kini berada di agensi yang juga menaungi sejumlah seniornya dari keluarga besar AKB48.

Oguri Yui jadi sosok ideal bagi Miu

dok. Instagram/Miu Shitao

Meski mulai serius mengejar karier individu, Miu belum berniat meninggalkan aktivitasnya bersama AKB48.

Di usia 25 tahun dan setelah lebih dari satu dekade bersama grup, posisinya kini sudah berbeda. Banyak member yang usianya jauh lebih muda darinya mulai berada di garis depan AKB48.

Namun, Miu tidak ingin menciptakan jarak sebagai senior. Ia ingin menjadi seperti “teman sekelas meskipun usia kami berjauhan.”

Untuk gambaran karier idealnya sendiri, Miu menunjuk rekan satu generasinya di Team 8, Yui Oguri.

Menurut Miu, kemampuan Oguri menyeimbangkan aktivitas AKB48 dengan drama dan variety show membuatnya kagum sekaligus termotivasi.

“Aku selalu melihatnya dan berpikir, ‘Hebat sekali’ dan ‘Keren sekali’. Sikapnya yang selalu bekerja keras memengaruhiku dan membuatku berpikir, ‘Aku juga harus bekerja lebih keras!’” ujarnya.

Kegagalan debut justru mengubah cara Miu mengejar mimpi

dok. Instagram/Miu Shitao

Setelah perjalanan panjang tersebut, prinsip Miu soal mengejar mimpi terdengar cukup sederhana: jangan berhenti memilikinya.

Ia sadar ketika seseorang mengutarakan impian besar, akan selalu ada orang yang mengatakan hal tersebut mustahil atau hanya bisa dicapai segelintir orang.

Namun, Miu memilih untuk terus memikirkannya dan tidak menyerah.

Ia menganalogikannya dengan membuat permohonan ketika melihat bintang jatuh. Seseorang hanya bisa langsung mengucapkan permintaannya dalam waktu singkat karena mimpi tersebut memang terus berada dalam pikirannya.

Mungkin pemikiran itu juga yang paling pas menggambarkan perjalanan Miu sendiri.

Pada 2018, ia berada sangat dekat dengan kesempatan debut lewat PRODUCE 48, tetapi harus pulang dengan kegagalan yang bahkan membuatnya sempat tidak sanggup menonton televisi. Delapan tahun kemudian, pengalaman itu justru menjadi salah satu alasan mengapa ia berani terus mencoba hal baru.

Kini target berikutnya sudah menunggu: berkembang sebagai member AKB48, membangun karier akting, dan suatu hari nanti menepati janji kecilnya untuk tampil dalam satu proyek bersama Yuko Oshima.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url