Review Lagu honk! - no na, Om Telolet Om Naik Kelas


⭐4,5/5


Setelah sukses mencuri perhatian lewat "work" dan "rollerblade", no na kembali dengan single terbaru berjudul "honk!". Kalau dua lagu sebelumnya mulai memperkenalkan identitas musik mereka, "honk!" terasa seperti pernyataan paling berani tentang siapa sebenarnya no na sebagai grup.


Alih-alih mengikuti formula pop internasional yang sedang tren, Christy, Esther, Baila, dan Shaz justru mengangkat sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia: angkot, klakson, hingga fenomena "Om Telolet Om". Yang mengejutkan, semua elemen itu berhasil dikemas menjadi lagu pop berdurasi sekitar dua menit yang terdengar segar, adiktif, dan layak bersaing di pasar global.


Klakson Bus AKAP Jadi Hook yang Sulit Dilupakan

dok. Instagram/no na

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian adalah bagian pembuka lagu.


Suara klakson bus AKAP bukan cuma dijadikan gimmick, tetapi benar-benar menjadi bagian dari aransemen. Beat kemudian masuk dengan nuansa synth-pop, funk, dan dance yang ringan, membuat lagu ini langsung terasa hidup sejak detik pertama.


Keputusan memasukkan suara kendaraan umum Indonesia mungkin terdengar aneh di atas kertas. Namun di tangan no na dan tim produksinya, elemen tersebut justru menjadi identitas yang membedakan mereka dari girl group lain.


Kalau "rollerblade" menggunakan sentuhan gamelan dan "work" memanfaatkan instrumen tradisional seperti ceng-ceng, "honk!" melanjutkan tradisi itu lewat sesuatu yang jauh lebih modern sekaligus akrab di telinga masyarakat Indonesia. 


Lirik Simpel tapi Penuh Percaya Diri

Lagu ini berbicara tentang rasa percaya diri, bersenang-senang bersama teman, dan menikmati hidup tanpa terlalu memikirkan penilaian orang lain.


Baris seperti "Get on the angkot", "N O N A on the license plate", hingga "Sabang sampai Merauke, New York, Tokyo to LA" menjadi bentuk selebrasi identitas mereka sebagai grup asal Indonesia yang ingin tampil di panggung dunia.


Ada kebanggaan yang terasa natural di sini. no na tidak terdengar sedang "menjual keindonesiaan" secara berlebihan. Mereka hanya membawa keseharian yang mereka kenal ke dalam musik pop internasional.


Itulah yang membuat lagu ini terasa lebih jujur.


Musiknya Dibuat untuk Bersenang-senang

dok. Instagram/no na

Kalau mencari lagu dengan vokal yang penuh teknik atau eksplorasi emosi yang dalam, mungkin "honk!" bukan jawabannya.

Kekuatan lagu ini justru ada pada atmosfernya.

Beat yang cepat, durasi yang singkat, dan chorus yang mudah diingat membuat "honk!" terasa seperti soundtrack untuk perjalanan bersama teman atau pesta dansa. Tidak heran kalau lagu ini langsung terasa cocok diputar berulang kali.

Produksi musiknya juga terdengar rapi. Lapisan synth, bass, dan perkusi modern berpadu tanpa membuat suara keempat member tenggelam. Lagu ini memang dibuat untuk dinikmati, bukan untuk dipikirkan terlalu lama.

Video Musiknya Penuh Referensi Indonesia

Kalau lagunya sudah dipenuhi identitas lokal, video musiknya melangkah lebih jauh.


no na menampilkan berbagai elemen yang sangat akrab bagi penonton Indonesia, mulai dari angkot, bus kota, warung pinggir jalan, hingga suasana jalanan yang ramai. Bahkan teaser dan video musiknya menghidupkan kembali fenomena viral "Om Telolet Om" yang sempat mendunia beberapa tahun lalu.


Menariknya, semua itu tidak terasa seperti promosi pariwisata.


Visualnya tetap modern, penuh warna, dan punya energi yang sejalan dengan karakter lagu.


no na Mulai Menemukan Identitasnya

Yang paling menarik dari "honk!" bukan sekadar lagunya, melainkan arah musikal no na secara keseluruhan.

Sejak debut, mereka konsisten memasukkan unsur budaya Indonesia ke dalam musik pop global. Bukan lewat lirik yang sepenuhnya berbahasa Indonesia, tetapi melalui bunyi, visual, hingga referensi budaya yang mungkin terasa biasa bagi orang Indonesia, namun terdengar unik bagi pendengar internasional.

Pendekatan ini kemudian mereka sebut sebagai "Island Pop", sebuah identitas musik yang memadukan nuansa tropis Indonesia dengan pengaruh pop, R&B era 80-an, new jack swing, reggaeton, dan synth-funk. "honk!" menjadi salah satu contoh paling jelas bagaimana konsep itu diterjemahkan ke dalam lagu.

⭐4,5/5


"honk!" mungkin bukan lagu no na yang paling kompleks secara musikal. Namun justru di situlah kekuatannya.


Lagu ini ringan, menyenangkan, penuh percaya diri, dan berhasil mengubah sesuatu yang sangat lokal menjadi terdengar universal. Di tengah banyaknya grup pop yang berlomba mengikuti tren global, no na memilih membawa ciri khas Indonesia ke garis depan.


Kalau "work" memperkenalkan karakter mereka, dan "rollerblade" menunjukkan potensinya, maka "honk!" terasa seperti momen ketika no na akhirnya benar-benar menemukan identitasnya.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url