Setelah 15 Tahun, Adhitia Sofyan Akhirnya Rilis “Don't You Dare Touch My Kerupuk”

Ada lagu yang lahir dari patah hati, keresahan hidup, atau kisah cinta yang kandas. Namun, Adhitia Sofyan punya sumber inspirasi yang jauh lebih sederhana: kerupuk yang gak kunjung datang saat makan siang.

Setelah tersimpan selama sekitar 15 tahun dan selama ini hanya bisa ditemukan dalam bentuk rekaman di YouTube, Adhitia Sofyan akhirnya resmi merilis lagu “Don't You Dare Touch My Kerupuk” ke berbagai layanan streaming digital pada 29 Juli 2026.

Meski judul dan cerita di baliknya terdengar seperti sebuah lelucon, lagu ini tetap membawa karakter musik Adhitia yang familier. Melodi bernuansa melankolis membungkus cerita absurd tentang betapa pentingnya kehadiran kerupuk dalam sepiring makanan.

Berawal dari kerupuk yang lupa dibawakan

Cerita “Don't You Dare Touch My Kerupuk” ternyata sudah ada sejak masa ketika Adhitia masih bekerja sebagai karyawan di sebuah agensi periklanan, sebelum menjalani kehidupan sebagai musisi penuh waktu.

Suatu hari saat jam makan siang, ia memesan makanan dan secara khusus meminta agar pesanannya dilengkapi kerupuk. Namun ketika makanan tersebut tiba, satu benda penting justru gak ada: kerupuknya.

Adhitia kemudian kembali memesan kerupuk dan bahkan memilih menunda makan sampai pesanannya tersebut datang.

Kejadian receh itulah yang akhirnya berkembang menjadi “Don't You Dare Touch My Kerupuk”. Lagu tersebut menjadi semacam ungkapan kecintaan Adhitia terhadap makanan pendamping yang hampir gak bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia itu.

Tapi tentu gak semua makanan harus ditemani kerupuk.

“Ya tapi selama lauknya cocok pake kerupuk ya, kalo spaghetti ya gak pake kerupuk,” ujar Adhitia.

Sudah dikenal penggemar lama sejak 15 tahun lalu

dok. Adhitia Sofyan

Menariknya, “Don't You Dare Touch My Kerupuk” sebenarnya bukan lagu yang benar-benar asing bagi penggemar lama Adhitia Sofyan.

Rekamannya sudah beredar melalui YouTube sekitar 15 tahun lalu. Hanya saja, lagu tersebut gak pernah mendapatkan perilisan resmi maupun didistribusikan secara luas melalui layanan streaming musik.

Karena itulah, versi terbaru ini sekaligus menjadi perjalanan nostalgia bagi pendengar yang sudah mengikuti karya-karya Adhitia sejak lama.

Produksinya kini dibuat lebih matang, tetapi identitas awal lagunya tetap dipertahankan. Nuansa sederhana, hangat, dan jenaka masih menjadi bagian penting dari “Don't You Dare Touch My Kerupuk”.

Sisi lain Adhitia Sofyan yang gak melulu melankolis

Adhitia Sofyan selama ini lekat dengan lagu-lagu bernuansa intim dan melankolis. “Adelaide Sky”, “Blue Sky Collapse”, hingga “Memilihmu” menjadi beberapa karya yang membuat gaya bermusiknya begitu mudah dikenali.

“Don't You Dare Touch My Kerupuk” menunjukkan sisi berbeda dari sang musisi tanpa harus meninggalkan karakter musikal tersebut.

Melodinya boleh melankolis, tetapi perkara yang dinyanyikan justru sangat membumi.

Setelah menunggu sekitar satu setengah dekade, lagu yang awalnya lahir gara-gara makan siang kurang lengkap itu akhirnya punya kesempatan untuk menjangkau pendengar yang lebih luas.

Dan mungkin lagu ini juga membuktikan satu hal penting: gak semua lagu sedih harus punya cerita yang sedih. Kadang penyebabnya cuma kerupuk yang gak datang-datang.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url