Take-Two Buru Pembocor GTA 6, Microsoft dan Discord Ikut Terseret

Drama kebocoran GTA 6 mulai masuk ke ranah hukum.
Setelah sederet video gameplay yang belum seharusnya beredar muncul selama beberapa hari terakhir, perusahaan induk Rockstar Games, Take-Two Interactive, kini bergerak untuk mencari tahu siapa orang di balik kebocoran tersebut.

Dilansir IGN dan Kotaku, Take-Two mengajukan subpoena atau panggilan hukum ke pengadilan federal Amerika Serikat pada 20 Agustus 2026. Permintaan tersebut ditujukan untuk mendapatkan sejumlah informasi dari Microsoft dan Discord yang diharapkan bisa membantu mengungkap identitas akun bernama “CyberLeek”.

Akun inilah yang diduga berkaitan dengan rentetan bocoran gameplay Grand Theft Auto VI yang beredar belakangan ini.

Take-Two minta data dari Microsoft dan Discord

dok. Rockstar Games/GTA VI

Dokumen tersebut diajukan melalui Pengadilan Distrik Selatan New York menggunakan mekanisme subpoena berdasarkan Digital Millennium Copyright Act (DMCA).

Take-Two pada dasarnya ingin mengikuti jejak digital CyberLeek dan orang-orang yang mungkin berhubungan dengannya.

Permintaan mereka cukup luas. Take-Two meminta informasi identitas dari akun-akun yang menjadi anggota sejumlah server Discord yang disebut dalam dokumen.

Mereka juga mengincar catatan internal dan hasil investigasi Microsoft mengenai CyberLeek, termasuk konten yang berhubungan dengan GTA, Rockstar Games, ataupun CyberLeek yang mungkin tersimpan di akun OneDrive milik pengguna terkait.

Dalam pengajuannya, Take-Two menjelaskan materi berhak cipta yang dimaksud bisa berupa konten audio visual, artwork, gambar, dialog, hingga elemen kreatif lainnya.

Perusahaan menegaskan informasi tersebut diminta untuk mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan pelanggaran hak cipta dan akan digunakan untuk melindungi hak Take-Two.

Server yang dikaitkan dengan YouTuber DarkViperAU ikut disebut

dok. Rockstar Games/GTA VI

Ada satu nama yang langsung menarik perhatian komunitas GTA.

Salah satu server Discord yang disebut dalam dokumen memiliki alamat yang dikaitkan dengan DarkViperAU, nama online dari kreator konten GTA asal Australia, Matthew “Matt” Judge.

DarkViperAU punya lebih dari 2,2 juta subscriber di YouTube dan memang sempat membuat pembahasan mendalam mengenai video-video GTA 6 yang bocor.

Tapi Judge langsung membantah punya hubungan dengan sumber kebocoran tersebut.

Menurutnya, server yang disebut Take-Two bukan server khusus editornya. Ia juga mengklaim video bocoran tersebut bahkan tidak dibagikan di kedua server Discord miliknya.

Judge mengaku sama bingungnya kenapa server tersebut sampai masuk dalam dokumen Take-Two. Ia juga mengatakan Rockstar belum menghubunginya secara langsung.

Jadi untuk sekarang, kemunculan nama/server DarkViperAU dalam subpoena tidak berarti sang YouTuber dituduh sebagai pembocor GTA 6.

Pembocornya malah masih terus upload gameplay GTA 6

dok. Rockstar Games/GTA VI

Yang bikin situasinya semakin liar, langkah hukum Take-Two ternyata belum menghentikan kebocoran.

Pada 21 Agustus, video gameplay baru kembali muncul dan membuat rentetan bocoran tersebut berlangsung selama empat hari berturut-turut.

Video terbaru memperlihatkan gameplay menggunakan sebuah supercar. Totalnya, sudah ada setidaknya enam video yang diklaim sebagai gameplay GTA 6 beredar sepanjang minggu ini.

Ada satu pola aneh yang muncul dalam bocoran-bocoran tersebut: promosi memecoin.

Video terbaru bahkan membawa watermark bertuliskan:

“HIGHER MARKET CAP = MORE LEEKS.”

Kurang lebih maksudnya, semakin tinggi kapitalisasi pasar koin yang dipromosikan, semakin banyak bocoran yang bakal dikeluarkan.

Seorang penggemar GTA kemudian mencoba menelusuri jejak cryptocurrency tersebut dan menghubungkannya dengan sebuah bursa kripto berbasis di Seychelles. Jejak transaksi dan platform inilah yang berpotensi menjadi salah satu jalan untuk mengidentifikasi orang di balik CyberLeek.

Meski begitu, sejauh ini identitas sang pembocor belum dikonfirmasi secara resmi.

Bocoran muncul tepat sebelum Rockstar menayangkan GTA 6: An Extended Look

dok. Rockstar Games/GTA VI

Timing kebocoran ini juga bikin kasusnya semakin menarik.

Rentetan video tersebut muncul hanya sekitar seminggu sebelum Rockstar dijadwalkan merilis Grand Theft Auto 6: An Extended Look pada 27 Agustus 2026.

Program tersebut bakal tayang lebih dulu secara eksklusif di Netflix selama enam jam sebelum kemudian tersedia di platform lain seperti YouTube.

Artinya, ketika Rockstar sedang bersiap memperlihatkan GTA 6 melalui materi resmi mereka sendiri, seseorang justru terus menyebarkan potongan gameplay yang belum diizinkan untuk publik.

Sampai laporan ini muncul, baik Rockstar Games maupun Take-Two belum memberikan pernyataan publik khusus mengenai isi video-video yang bocor tersebut.

Namun, pengajuan subpoena menunjukkan bahwa di balik layar Take-Two jelas gak tinggal diam. Mereka sekarang bukan cuma berusaha menghapus bocorannya dari internet, tetapi mulai mengejar siapa orang yang sebenarnya berada di balik CyberLeek.

Dan kalau jejak Discord, Microsoft, OneDrive sampai transaksi kripto akhirnya mengarah ke orang yang sama, drama kebocoran GTA 6 ini sepertinya masih jauh dari selesai.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url