Naskah Avengers: Doomsday Ternyata Belum Selesai saat Syuting Dimulai

Avengers: Doomsday menjadi salah satu proyek terbesar yang pernah dikerjakan Marvel Studios. Film ini harus mempertemukan Avengers, New Avengers, Fantastic Four, Wakanda, hingga X-Men dalam satu cerita.

Namun, proyek sebesar itu ternyata memulai produksinya dalam kondisi yang cukup menarik.

Joe dan Anthony Russo mengungkap bahwa naskah Avengers: Doomsday belum sepenuhnya selesai ketika proses syuting dimulai.

Hal tersebut disampaikan Russo bersaudara dalam wawancara terbaru bersama Associated Press. Selain membahas naskah, keduanya juga mengungkap tantangan menangani begitu banyak karakter hingga film klasik yang menjadi inspirasi Doomsday.

Berikut lima fakta baru Avengers: Doomsday dari Russo bersaudara.

1. Avengers: Doomsday mulai syuting dengan naskah yang belum selesai

dok. Marvel Studios

Avengers: Doomsday mengalami perubahan besar sebelum akhirnya masuk produksi.

Film Avengers kelima awalnya dikembangkan sebagai Avengers: The Kang Dynasty. Marvel kemudian melakukan perombakan besar hingga proyek tersebut berubah menjadi Avengers: Doomsday, Russo bersaudara kembali sebagai sutradara, dan Robert Downey Jr. dipercaya memerankan Doctor Doom.

Perubahan tersebut membuat produksi akhirnya dimulai ketika naskahnya masih belum sepenuhnya selesai.

Namun, Joe Russo gak melihat kondisi tersebut sebagai sesuatu yang aneh dalam cara mereka bekerja.

Russo bersaudara menganggap naskah sebagai "living organism" yang masih bisa terus berkembang selama proses produksi.

Mereka banyak mengandalkan rehearsal dan improvisasi bersama pemain. Russo bersaudara ingin melihat apa yang dibawa para aktor terhadap karakter masing-masing sebelum menentukan bentuk akhir sejumlah adegan.

Apalagi, dengan pemain sebanyak Doomsday, beberapa aktor terkadang baru tersedia beberapa hari atau minggu sebelum adegan mereka harus diambil.

Menurut Joe, justru pada saat-saat seperti itulah terkadang ide terbaik muncul.

2. Menyatukan Avengers, X-Men, dan Fantastic Four menjadi tantangan terbesar Russo Brothers

Russo bersaudara memang bukan orang baru dalam menangani film dengan puluhan karakter.

Sebelum MCU, mereka sudah mengasah kemampuan tersebut melalui serial ensemble seperti Arrested Development dan Community. Pengalaman itu kemudian mereka bawa ke Captain America: Civil War, Avengers: Infinity War, hingga Avengers: Endgame.

Namun, Doomsday berada di level berbeda.

Film ini mempertemukan Avengers, Wakanda, New Avengers dari Earth-616, Fantastic Four dari Earth-828, hingga para X-Men original.

Anthony Russo menggambarkan MCU sebagai eksperimen untuk mengetahui seberapa besar cakupan sebuah cerita ensemble masih bisa bekerja.

Bahkan setelah Infinity War dan Endgame, keduanya merasa Doomsday kembali mendorong kemampuan mereka menangani banyak karakter lebih jauh daripada sebelumnya.

Latar belakang Russo bersaudara sendiri mungkin ikut menjelaskan kenapa mereka begitu menyukai cerita ensemble.

Joe mengatakan mereka tumbuh dalam keluarga besar Italia di Ohio. Banyak anggota keluarganya tinggal di jalan yang sama dan berkumpul untuk makan bersama setiap Minggu.

Sejak kecil, mereka sudah terbiasa berada di tengah banyak kepribadian dan dinamika interpersonal sekaligus.

3. Ide baru membuat Russo bersaudara mau kembali ke MCU

dok. Marvel Studios

Avengers: Endgame sebenarnya terasa seperti akhir perjalanan Russo bersaudara bersama Marvel.

Setelah film tersebut, mereka menggarap Cherry, The Gray Man, dan The Electric State, sekaligus mengembangkan berbagai proyek melalui AGBO.

Butuh alasan kuat untuk membuat mereka kembali.

Anthony Russo mengatakan salah satu faktor utamanya adalah sebuah "foundational narrative concept" yang diajukan cowriter Stephen McFeely.

Russo bersaudara gak tertarik kembali hanya untuk mengulang keberhasilan Infinity War dan Endgame.

Menurut Anthony, mereka gak ingin sekadar mengandalkan modal dari apa yang sudah dibangun sebelumnya. Nilai terbesar sebuah film justru harus datang dari sesuatu yang baru.

Detail konsep tersebut masih dirahasiakan.

Namun, Russo bersaudara sebelumnya menggambarkan Doomsday menggunakan istilah seperti "back to zero", "starting from scratch", dan "a profound shift" bagi MCU.

Mereka juga gak melihat tugasnya sebagai memperbaiki seluruh masalah Marvel setelah beberapa tahun yang naik-turun.

Anthony menilai tugas mereka adalah menemukan titik tempat cerita Doomsday bersinggungan dengan MCU yang sangat besar, kemudian membuat bagian tersebut terasa masuk akal.

4. Film Western Once Upon a Time in the West jadi inspirasi Doomsday

Salah satu detail paling menarik dari wawancara tersebut justru datang dari film yang dijadikan referensi.

Bukan film superhero.

Russo bersaudara menyebut Once Upon a Time in the West karya Sergio Leone sebagai salah satu inspirasi khusus untuk Avengers: Doomsday.

Keduanya memang tumbuh sebagai penggemar berbagai genre film, tetapi Western selalu memiliki tempat khusus bagi mereka.

Inspirasi tersebut juga memberikan sedikit gambaran mengenai pendekatan yang mereka inginkan untuk Doomsday.

Di tengah skala cerita yang sangat besar, Russo bersaudara tetap ingin mempertahankan momen-momen emosional dan intim di antara para karakternya.

Hal tersebut menjadi tantangan besar mengingat jumlah karakter Doomsday bahkan melampaui film Avengers yang pernah mereka tangani sebelumnya.

Menariknya, Joe juga menyinggung bagaimana genre Western berkali-kali dianggap mati sepanjang sejarah perfilman, tetapi tetap bisa melahirkan film-film hebat.

Konteks tersebut terasa relevan ketika Doomsday hadir setelah istilah "superhero fatigue" ramai dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir.

5. Doomsday masuk tahap akhir, Secret Wars sudah mulai dipersiapkan

dok. Marvel Studios

Russo bersaudara sekarang gak cuma sibuk dengan satu film Avengers.

Ketika wawancara dilakukan, keduanya sedang menyelesaikan Avengers: Doomsday melalui proses editing dan scoring.

Pada saat bersamaan, mereka sudah melakukan "soft prep" untuk Avengers: Secret Wars yang bakal melanjutkan ceritanya pada 2027.

Situasinya mengingatkan pada ketika Russo bersaudara mengerjakan Infinity War dan Endgame secara berdekatan.

Joe mengakui bahwa mengerjakan satu film sebesar Avengers saja terasa seperti pekerjaan tersulit yang pernah dilakukan.

Mengerjakan dua film sekaligus menurutnya hampir gak terbayangkan.

Untungnya, ini bukan pertama kalinya mereka menghadapi situasi tersebut.

Kini tantangannya bahkan lebih besar. Doomsday harus menyatukan karakter dari berbagai kelompok dan universe sekaligus memperkenalkan Robert Downey Jr. dalam identitas barunya sebagai Doctor Doom.

Avengers: Doomsday dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Desember 2026, sebelum ceritanya dilanjutkan melalui Avengers: Secret Wars pada 2027.

Kalau Infinity War dan Endgame menjadi ujian terbesar Russo bersaudara pada Infinity Saga, Doomsday sekarang bakal membuktikan apakah formula ensemble mereka masih bisa bekerja ketika skalanya diperbesar sekali lagi.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url