Apa Itu Infinity Vision? Ini Daftar Bioskopnya di Indonesia


Nama Infinity Vision mulai ramai dibicarakan menjelang penayangan Avengers: Endgame – Encore pada September 2026 dan Avengers: Doomsday pada Desember mendatang.

Sekilas, namanya memang terdengar seperti teknologi atau format bioskop baru yang dibuat Disney untuk menyaingi IMAX. Namun, konsep Infinity Vision sebenarnya berbeda.

Infinity Vision bukan proyektor, layar, maupun format film baru. Ia merupakan sertifikasi yang diberikan The Walt Disney Studios kepada auditorium bioskop yang memenuhi standar tertentu untuk ukuran layar, kualitas proyeksi, dan sistem suara.

Sertifikasi ini juga sudah hadir di Indonesia. Sejumlah auditorium Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis telah mendapatkan label Infinity Vision.

Lantas, sebenarnya apa itu Infinity Vision dan di mana saja bisa ditemukan di Indonesia?

1. Infinity Vision bukan format baru seperti IMAX

dok. CGV

Infinity Vision diperkenalkan The Walt Disney Studios pada CinemaCon, April 2026.

Disney menyebutnya sebagai program sertifikasi untuk auditorium Premium Large Format atau PLF.

Artinya, Disney tidak menciptakan proyektor khusus bernama Infinity Vision, kamera Infinity Vision, teknologi suara baru, maupun rasio gambar tersendiri.

Cara paling mudah memahaminya adalah dengan menganggap Infinity Vision sebagai "stempel kualitas" dari Disney.

Sebuah auditorium yang sudah menggunakan teknologi bioskop yang ada bisa mendapatkan label Infinity Vision selama berhasil memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Karena itu, Infinity Vision juga gak menggantikan merek premium milik jaringan bioskop.

Studio Macro XE milik Cinépolis atau auditorium premium lainnya, misalnya, tetap bisa mempertahankan identitasnya sekaligus mendapatkan sertifikasi Infinity Vision.

2. Apa syarat sebuah bioskop mendapatkan Infinity Vision?

Disney menetapkan beberapa standar teknis yang harus dipenuhi sebuah auditorium sebelum mendapatkan sertifikasi Infinity Vision.

Salah satunya adalah ukuran layar. Berdasarkan FAQ resmi Infinity Vision, layarnya harus memiliki lebar setidaknya 45 kaki atau sekitar 13,7 meter.

Selain besar, gambar yang diproyeksikan juga harus memenuhi standar kecerahan.

Auditorium harus mampu mencapai tingkat kecerahan 14 footlamberts untuk tayangan 2D dan/atau 6 footlamberts untuk 3D.

Sementara untuk audio, auditorium harus memiliki immersive sound seperti Dolby Atmos atau setidaknya sistem suara 7.1.

Dengan begitu, tiga elemen yang menjadi fokus utama Infinity Vision adalah:

  • layar berukuran besar;
  • proyeksi yang terang dan jernih;
  • serta sistem audio premium dan imersif.

Namun, bukan berarti pengalaman di setiap auditorium Infinity Vision bakal identik.

Satu studio bisa menggunakan Dolby Atmos, sementara studio lainnya menggunakan surround 7.1. Ukuran layar dan teknologi proyektornya pun masih bisa berbeda selama semuanya memenuhi standar minimum sertifikasi.

3. Apa bedanya Infinity Vision dengan IMAX?

dok. Marvel Studios

Perbedaan terbesar keduanya ada pada konsepnya.

IMAX merupakan sebuah ekosistem format bioskop. Ada teknologi proyeksi, spesifikasi auditorium, sistem audio, proses mastering film, sampai kamera IMAX yang bisa digunakan dalam produksi film.

Infinity Vision gak bekerja seperti itu.

Disney pada dasarnya melihat auditorium yang sudah ada, kemudian memberikan sertifikasi apabila auditorium tersebut memenuhi standar kualitas mereka.

Jadi, keberadaan logo Infinity Vision lebih tepat dibaca sebagai:

"Auditorium ini sudah diverifikasi memenuhi standar premium Disney."

Bukan:

"Film ini menggunakan teknologi Infinity Vision."

Infinity Vision juga gak menentukan satu aspect ratio khusus. Karena itu, ukuran maupun bentuk layar antarstudio yang memiliki sertifikasi tersebut masih bisa berbeda.

Label ini bakal pertama kali digunakan untuk Avengers: Endgame – Encore sebelum kemudian menjadi salah satu format premium untuk Avengers: Doomsday.

Disney juga sudah memastikan Infinity Vision gak eksklusif untuk dua film Avengers tersebut. Film-film lain akan menyusul pada masa mendatang.

4. Daftar CGV dan Cinépolis Infinity Vision di Indonesia

CGV sudah mengumumkan 14 lokasi di Indonesia yang memiliki auditorium bersertifikasi Infinity Vision.

Daftarnya adalah:

Jakarta

  • CGV Grand Indonesia — Auditorium 1, 2, dan 5
  • CGV Central Park — Auditorium 2 dan 5
  • CGV AEON Jakarta Garden City — Auditorium 1

Bekasi

  • CGV Bekasi Cyber Park — Auditorium 1

Bogor

  • CGV Vivo Sentul — Auditorium 7

Bandung

  • CGV Metro Indah Mall — Auditorium 3
  • CGV Paris Van Java — Auditorium 5
  • CGV 23 Paskal Shopping Center — Auditorium 1

Cirebon

  • CGV Grage City Mall — Auditorium 1 dan 2

Karawang

  • CGV Festive Walk — Auditorium 2, 6, dan 7

Medan

  • CGV Focal Point — Auditorium 2

Surabaya

  • CGV Marvell City — Auditorium 2 dan 3

Yogyakarta

  • CGV Pakuwon Mall Jogja — Auditorium 1, 2, dan 4
  • CGV J-Walk — Auditorium 6

Sementara Cinépolis memiliki 28 auditorium Infinity Vision yang tersebar di 19 lokasi.

Jakarta

  • Cinépolis Gajah Mada Plaza — Cinema 1 dan 2
  • Cinépolis Senayan Park — Cinema 1 dan 3
  • Cinépolis The Park Pejaten — Cinema 2 dan 3

Bogor

  • Cinépolis Lippo Plaza Ekalokasari — Cinema 1

Depok

  • Cinépolis Depok Town Square — Cinema 1 dan 2

Tangerang

  • Cinépolis MaxxBox Lippo Village — Macro XE 1, Macro XE 2, dan Cinema 5

Medan

  • Cinépolis Plaza Medan Fair — Cinema 1 dan 2
  • Cinépolis Sun Plaza Medan — Macro XE dan Cinema 1

Batam

  • Cinépolis Mall Botania 2 — Cinema 1

Pekanbaru

  • Cinépolis Living World Pekanbaru — Cinema 1

Palembang

  • Cinépolis Palembang Icon — Macro XE

Balikpapan

  • Cinépolis Living Plaza Balikpapan — Cinema 2

Sampit

  • Cinépolis Citimall Sampit — Cinema 1

Makassar

  • Cinépolis Phinisi Point — Cinema 1

Manado

  • Cinépolis Lippo Plaza Manado Kairagi — Cinema 1 dan 5

Kupang

  • Cinépolis Lippo Plaza Kupang — Cinema 1

Yogyakarta

  • Cinépolis Lippo Plaza Jogja — Cinema 1

Sidoarjo

  • Cinépolis Lippo Plaza Sidoarjo — Cinema 1

Batu

  • Cinépolis Lippo Plaza Batu — Cinema 1

Perlu diperhatikan bahwa sertifikasinya berlaku pada auditorium tertentu, bukan otomatis seluruh studio dalam satu lokasi bioskop.

Jadi, misalnya sebuah CGV memiliki enam auditorium tetapi hanya Auditorium 1 yang terdaftar, lima auditorium lainnya gak otomatis menjadi Infinity Vision.

5. Cinema XXI punya 48 studio Infinity Vision di Indonesia

dok. XXI

Cinema XXI juga ikut membawa Infinity Vision ke Indonesia dalam skala cukup besar.

Pada 5 September 2026, Cinema XXI mengumumkan bahwa terdapat 48 studio di jaringannya yang sudah mendapatkan sertifikasi Infinity Vision.

Beberapa lokasi yang masuk dalam daftar tersebut mencakup bioskop seperti Kemang Village XXI, Pondok Indah Mall 2 XXI, Gandaria City XXI, Lotte Bintaro XXI, AEON Mall BSD City XXI, hingga Summarecon Mal Serpong XXI.

Karena sertifikasi diberikan per auditorium, penonton tetap perlu memperhatikan studio yang tertera ketika membeli tiket, bukan sekadar nama bioskopnya.

Cara termudah untuk mengetahui apakah sesi yang dipilih benar-benar menggunakan auditorium bersertifikasi adalah mencari logo Infinity Vision ketika melihat jadwal atau membeli tiket.

Program ini akan mulai diperkenalkan kepada penonton Indonesia melalui Avengers: Endgame – Encore yang tayang mulai 23 September 2026.

Setelah itu, Avengers: Doomsday bakal menjadi salah satu film besar berikutnya yang bisa dinikmati melalui auditorium Infinity Vision pada Desember 2026.

Jadi, meski sering disebut sebagai "format baru", Infinity Vision sebenarnya lebih tepat disebut sertifikasi kualitas bioskop dari Disney. Penonton gak mendapatkan teknologi eksklusif seperti ketika memilih IMAX, tetapi mendapat jaminan bahwa layar yang dipilih sudah melewati standar minimum Disney untuk ukuran, kualitas gambar, dan suara.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url