YAO Rilis FOR OKINAWA, Satukan Awich hingga ONE OK ROCK dalam Satu Supergroup

Empat nama dari dunia musik Jepang dengan latar belakang berbeda bersatu dalam sebuah supergroup bernama YAO.

Proyek ini mempertemukan Awich, CHICO CARLITO, ONE OK ROCK, dan Paledusk.

Setelah memperkenalkan karya pertamanya, YAO kini melanjutkan perjalanan mereka lewat single kedua bertajuk “FOR OKINAWA”.

Sesuai judulnya, lagu ini menempatkan Okinawa sebagai pusat cerita. Namun, YAO gak sekadar berbicara tentang daerah tersebut sebagai kampung halaman.

“FOR OKINAWA” menggali sejarah, budaya, identitas, sampai luka masa lalu Okinawa yang masih meninggalkan jejak hingga sekarang. Cerita personal Awich dan CHICO CARLITO kemudian menjadi titik awal yang menyatukan para musisi di YAO.

1. YAO satukan Awich, CHICO CARLITO, ONE OK ROCK, dan Paledusk

dok. YAO

YAO menjadi proyek menarik karena mempertemukan musisi yang selama ini bergerak di wilayah musik berbeda.

Ada Awich, salah satu rapper perempuan terkemuka Jepang, bersama CHICO CARLITO yang juga dikenal lewat skena hip-hop.

Dari ranah rock, YAO melibatkan ONE OK ROCK, band Jepang yang telah membangun karier global. Sementara Paledusk membawa warna musiknya yang dikenal eksplosif dan eksperimental.

Pertemuan tersebut membuat YAO gak dibatasi satu genre tertentu.

Sebaliknya, proyek ini menjadi ruang bagi mereka untuk melihat apa yang terjadi ketika musisi dengan akar musikal dan budaya berbeda membawa perspektif masing-masing ke dalam satu karya.

Eksperimen tersebut berlanjut melalui single kedua mereka, “FOR OKINAWA”.

2. FOR OKINAWA lahir dari percakapan mengenai Okinawa

Ide di balik “FOR OKINAWA” muncul secara organik selama proses produksi YAO.

Awich dan CHICO CARLITO memiliki hubungan yang sangat personal dengan Okinawa karena daerah tersebut merupakan kampung halaman keduanya.

Mereka kerap membagikan cerita mengenai Okinawa kepada member YAO lainnya, termasuk kehidupan dan realita yang dihadapi masyarakat yang berasal dari sana.

Percakapan tersebut perlahan membuat para member lain ikut merasa terhubung dengan Okinawa.

Salah satunya adalah Taka dari ONE OK ROCK.

Meski berasal dari Tokyo, cerita yang didengarnya membuat Taka ikut memiliki keinginan untuk menjaga dan meneruskan warisan budaya Okinawa.

Dari kesamaan tujuan itulah fondasi “FOR OKINAWA” mulai terbentuk.

3. Gak hanya bicara keindahan, tapi juga sejarah dan luka Okinawa

dok. YAO

“FOR OKINAWA” gak dibuat sekadar sebagai surat cinta yang merayakan Okinawa.

YAO turut membawa sejarah dan luka masa lalu yang masih membekas di daerah tersebut ke dalam lagunya.

Okinawa memang mempunyai perjalanan sejarah yang berbeda dan kompleks. Wilayah tersebut sebelumnya merupakan pusat Kerajaan Ryukyu sebelum dianeksasi Jepang pada abad ke-19. Okinawa kemudian menjadi lokasi salah satu pertempuran paling mematikan dalam Perang Dunia II pada 1945.

Seusai perang, Okinawa berada di bawah administrasi Amerika Serikat hingga dikembalikan kepada Jepang pada 1972. Hingga kini, keberadaan pangkalan militer AS masih menjadi bagian besar dari realitas sosial dan politik Okinawa.

Latar belakang itulah yang membuat identitas Okinawa memiliki lapisan sejarah dan budaya yang sangat khas.

Bagi YAO, pesan mengenai identitas, sejarah, dan luka tersebut gak hanya relevan untuk masyarakat Jepang modern. Mereka merasa ada sesuatu yang lebih universal di dalamnya dan bisa terhubung dengan pendengar dari berbagai negara.

4. Taka mencoba membuat melodi yang belum pernah ia buat sebelumnya

Cerita yang dibawa Awich dan CHICO CARLITO turut memberikan tantangan musikal kepada Taka.

Vokalis ONE OK ROCK tersebut mencoba menciptakan melodi yang berbeda dari sesuatu yang pernah dibuatnya sebelumnya.

Pendekatan itu sejalan dengan konsep YAO sendiri.

Alih-alih meminta setiap musisi meninggalkan identitasnya agar bisa masuk ke dalam satu genre, YAO justru membawa latar belakang masing-masing ke meja produksi.

Hasilnya, “FOR OKINAWA” menjadi karya yang sangat personal karena lahir dari perpaduan pengalaman, akar budaya, dan karakter musikal para membernya.

Perbedaan tersebut akhirnya dipertemukan melalui satu pesan yang sama mengenai Okinawa.

5. Video musik FOR OKINAWA segera dirilis

dok. YAO

“FOR OKINAWA” sekaligus melanjutkan eksplorasi YAO setelah supergroup tersebut merilis single pertamanya.

Proyek ini tampaknya memang dirancang sebagai tempat bagi Awich, CHICO CARLITO, ONE OK ROCK, dan Paledusk untuk bereksperimen melampaui batas musik yang selama ini melekat pada masing-masing nama.

Setelah perilisan lagunya, YAO juga sudah menyiapkan video musik “FOR OKINAWA”.

MV tersebut bakal memperluas semesta yang sedang dibangun YAO sekaligus menerjemahkan kisah di balik “FOR OKINAWA” ke dalam bentuk visual.

Dengan akar personal Awich dan CHICO CARLITO di Okinawa serta perspektif berbeda yang dibawa ONE OK ROCK dan Paledusk, “FOR OKINAWA” akhirnya bukan cuma lagu mengenai sebuah tempat.

Lagu tersebut menjadi cara YAO melihat bagaimana sejarah, budaya, luka, dan identitas sebuah tempat tetap hidup melalui orang-orang yang berasal darinya.

“FOR OKINAWA” kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url